Jumat, 15 Agustus 2008

Chat dengan tuhan (sebuah kontemplasi)

Lagi musim chatting nih

Tuhan kayaknya mau ikutan tuhh…..
Kita invite ke conference yuukk….!

BUZZ

TUHAN : Kamu memanggilku?

AKU : Memanggilmu?Tidak ..ini siapa ya?

TUHAN : Ini tuhan. AKU mendengar doamu. Jadi aku ingin berbincang-bincang denganmu

AKU : Ya, aku memang sering berdoa, hanya agar aku merasa lebih baik Tapi sekarang aku sedang sibuk, sangat sibuk

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk….

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti aku tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU : Aku mengerti itu. Tapi aku tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, aku tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu. Dari pada mimpi.

AKU : Ok, sekarang beritahu aku, mengapa hidup jadi begitu rumit ?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuat hidup jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang ?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kemarin kamu khawatirkan. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari. Tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita ?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna ?

TUHAN : Ya. Dari segi sisi, pengalaman adalah guru yang keras. “Guru pengalaman” memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar akibat perjuangan dan rintangan. Bukan dari bersantai-santai.

AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam (diri). Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat kulakukan ?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas (arah), biarkan orang lain berkejaran dengan waktu

AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana aku bisa tetap termotivasi ?

TUHAN : Selalulah melihat, sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada melihat masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung apa yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia ?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya”Mengapa harus AKU ?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya”Mengapa harus AKU ?”

AKU : Kadangkala aku bertanya, siapa aku ?, mengapa aku disini ?

TUHAN : Jangan mencari tahu siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah bertanya”mengapa aku disini”. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana aku bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?

TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa Takut.

AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali aku merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Ok, Teguhlah dalam iman (keyakinan) dan buanglah rasa Takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan. Bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah. Hidup ini indah, jika kamu tahu cara menikmatinya.

TUHAN has signed out

(sumber : Anand Krishna E Study Circle)

Senin, 28 Juli 2008

Menabung di Bank

Pada zaman globalisasi ini menabung sangat membantu perekonomian setiap orang. Mulai dari kebutuhan pangan, sandang, dan papan dapat terpenuhi bila kita bisa mengontrol keuangan kita sehari-hari. Menabung bisa diibaratkan sebagai investasi jangka panjang untuk menyambut hari tua atau masa-masa yang kurang baik. Menabung juga dapat membantu menyimpan uang kita dalam jumlah yang sangat besar. Sehingga kita tidak perlu menyimpannya sendiri didalam rumah yang rawan akan dicuri orang. Dengan menabung juga bisa sebagai pembiayaan pendidikan untuk anak-anak.

Menabung dengan tingkat nilai tertentu tentu dapat memperoleh keuntungan tersendiri. Selain pendapatan bertambah juga kita tidak perlu kesulitan lagi bila ada keperluan mendadak yang harus dipenuhi seperti biaya berobat bila sakit. Biasanya bank memberikan sebuah buku tabungan sebagai data mengenai jumlah uang yang kita tabung. Tabungan adalah sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan dan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek.

Bagian lain selain buku tabungan adalah bank. Bank adalah perusahaan yang bergerak dibidang keuangan artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dengan keuangan. Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman.